10.06.2012

Harga motor bekas - jual motor bekas

Harga motor - Menjelang Lebaran peminat terhadap harga motor bekas meningkat tajam. Kondisi tersebut diduga dampak dari rendahnya pembeliam sepeda motor baru terkait adanya perubahan kebijakan kenaikan uang muka cicilan sepeda motor yang semula cukup hanya Rp 500 ribu kini menjadi Rp minimal Rp 3 juta.


Menurut keterangan beberapa calo dan penjual sepeda motor bekas kenaikan terhadap peminat sepeda motor bekas kini mencapai lebih dari 50% dari biasanya atau sejak diberlakukannya kebijakan lembaga-lembaga leasing untuk menaikan harga uang muka cicilan sepeda motor baru hampir dua bulan yang lalu.

“Apalagi sekarang menjelang Lebaran peminta sepeda motor bekas ini meningkat, karena mereka ingin Lebaran nanti sudah bisa menggunakan sepeda motor,” ungkap Didi warga Kelurahan Cicurug salah seorang calo sepeda motor.

Sebelum adanya kebijakan tingginya uang muka cicilan ia mengaku, dalam kurun waktu setengah bulanan paling hanya mampu menjual tiga sepeda motor. Sebaliknya kini dalam seminggu hingga ada empat pemesan bahkan lebih, terutama sejak memasuki bulan puasa. Hanya sayangnya menurut Didi kini penjual sepeda motor bekas semakin susah.

Hal senada juga disampaikan Hendi pemilik bengkel sepeda motor yang juga penjual sepeda motor bekas serta Warlan. Kini menurut mereka harga sepeda motor bekaspun menjadi naik. Honda beat tahun 2009 saja menurutnya kini masih bisa laku terjual Rp 8 juta hingga Rp 8,5 jutaan, padahal sebelumnya paling laku hanya Rp 7,5 jutaan. Demikian juga jenis sepeda motor lainnya bahkan sepeda motor tuapun harganya kini cukup tinggi.

“Naiknya penjualan sepeda motor bekas ini selain dipicu oleh naiknya uang muka yang semakin tinggi juga akibat menjelang Lebaran. Banyak masyarakat yang ingin memiliki sepda motor untuk digunakan pada hari raya, guna bepergian kemana-mana, sepeda motor dianggap angkutan paling irit dan epektif. Mereka yang keberatan dengan uang muka cicilan akhirnya memilih membeli sepeda motor bekas,” ungkap Hendi.

Menurutnya, belakangan dengan kebijakan kenaikan uang muka, peminat terhadap sepeda motor baru menurun tajam. Dulu uang muka nilainya sama dengan nilai cicilan setiap bulan.

“Sehingga ketika di pertengahan tidak mampu mencicil dan akhirnya sepeda motor disita oleh lembaga leasingpun banyak masyarakat yang rela. Karena mereka beranggapan itung-itung menyewa sepeda motor selama setahun, setelah sepeda motor lama disita mereka dengan mudah mengganti dengan yang baru karena uang yang biasanya digunakan sebagai cicilan digunakan uang muka,” kata Hendi.

Kondisi tesrebut diakui beberapa kolektor lembaga financial seperti disampaikan Widi, Jubaedi, Ono dan Yaya. Mereka menyebutkan omzet perusahaannya menurun karena kebijakan tersebut. “Sekarang mah dengan uang muka tinggi pengaruh ke kami juga sangat besar, omzet turun drastis,” ungkap Jubaedi

No comments:

Post a Comment